Pelatihan dan Seminar Teknologi IPAL Pusteklim

Pelatihan dan Seminar Teknologi IPAL Pusteklim

Dewasa ini, perkembangan teknologi makin lama makin canggih. Ada saja hal baru dibidang teknologi yang tercipta setiap harinya. Indonesia sebagai negara berkembang tidak luput dari sorotan dunia. Ada beberapa teknologi yang tercipta dari hasil tangan dan pemikiran anak-anak bangsa. Namun, sepertinya teknologi di bidang lingkungan sedikit menarik minat mata dunia, tak terkecuali Indonesia. Dibidang sanitasi dan pengolahan limbah contohnya, ada beberapa opsi optimal yang dikembangan oleh para cendikia dibidang lingkungan namun tetap saja umumnya pemerintah sebagai pemegang kekuasaan memutuskan mengambil sistem yang sama.

Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli pada kondisi lingkungan khususnya sanitasi dan pengolahan limbah domestik, PUSTEKLIM secara rutin menyelenggarakan pelatihan teknologi tepat guna pengolahan air limbah. Pelatihan ini bertujuan untuk menginformasikan pentingnya pengolahan limbah di sekitar tempat kita tinggal dan juga memperkenalkan teknologi lain yang tepat guna untuk pengolahan limbah selain sistem pengolahan limbah lain yang selama ini dipakai oleh pemerintah untuk mengatasi masalah sanitasi di lingkungan perkotaan padat penduduk.

Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 24-27 Maret 2015 yang lalu di Hotel Santika Premiere Yogyakarta. Pelatihan ini sengaja kami khususkan untuk pemerintah daerah di seluruh indonesia. Pelatihan kali ini dihadiri oleh sekitar 30 peserta dari berbagai instansi di Provinsi jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan juga Balikpapan.

Untuk materi Kebijakan & Program Pengembangan Sanitasi Provinsi Jawa Tengah dibawakan oleh Bapak Suharsono Adi Broto, ST., MM yang saat itu menjabat sebagai Kepala Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah.

 

 

Beliau menjelaskan bahwa isu sanitasi di Indonesia dari dulu sampai sekarang masih relatif sama yakni soal limbah domestik yang tidak terolah, cakupan pelayanan drainase belum memadai, akses layak air limbah masih rendah, tempat pembuangan akhir sampah oveload dan sistem masih open dumping, cakupan pelayanan persampahan masih rendah yang menjadikan sumber air terkontaminasi sampah dan limbah. Sedangkan target pembangunan sanitasi yang sedang berjalan dan harus tercapai antara lain: stop buang air besar sembarangan di perkotaan maupun pedesaan, pengurangan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah berwawasan lingkungan juga pengurangan genangan di sejumlah kawasan perkotaan.

 

Saat ini, program yang sedang berjalan di Indonesia yaitu percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) yang merupakan program nasional lintas kementerian (Bappenas, Kementerian PU, Kementerian dalam negeri dan Kementerian kesehatan). Program ini meliputi:

  • Kegiatan kampanye, eduksi, advokasi dan pendampingan kepada pemerintah daerah
  • Penyusunan strategi sanitasi kota (SSK), memorandum program, RPIJM, DED
  • Sumber pendanaan: pemerintah pusat, pemerintah provinsi/Kabupaten/Kota, Donor.

Sedangkan strategi pencapaian target pelayanan air limbah dilakukan dengan:

Strategi pengembangan air limbah berbasis institusi melalui: pengembangan prasarana air limbah secara terpusat, pengembangan skala kota, kawasan atau sistem modular, optimasi kapasitaas IPAL terpasang, Rehabilitasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), dan fasilitasi pembentukan dan perkuatan institusi pengelola air limbah.

Strategi pengembangan air limbah berbasis masyarakat melalui: peningkatan prakarsa masyarakat, pelibatan partisipasi masyarakat secara aktif, peningkatan kemampuan masyarakat melalui kegiatan pendampingan, pengembangan prasarana dan sarana air limbah komunal serta pemberian fasiitasi sanimas/USRI.

 

Sedangkan untuk materi karakteristik air limbah dijelaskan oleh Prof. Ir. Tjandra Setiadi, Ph.D dari Institut Teknologi Bandung. Karakteristik air limbah dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • Karakteristik fisik meliputi: padatan total, padatan terndapkan, ditribusi ukuran partikel, turbiditas, warna, transmitansi, bau, temperatur dan konduktivitas.
  • Karakteristik kimiawi (anorganik) meliputi: nitrogen total, fosfor total, pH, alkalinitas, klorida, sulfat, logam, unsur senyawa anorganik spesifik, da berbagai gas seperti O2, CO2, NH3, H2S, CH4. Sedangkan karakteristik kimiawi (organik) meliputi: BOD, COD, NOD, TOC dan seyawa organik spesifik.
  • Karakter biologis, meliputi:bakteri coliform dan mikroorganisme lain yang spesifik.

Tujuan pengolahan air limbah adalah unutk mengurangi kandungan bahan pencemar, seperti senyawa organik, padatan tersuspensi (TSS), mikroba patogen, senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme di alam dan senyawa anorganik.

Batasan air limbah untuk industi bisa dilihat pada gambar berikut:

 

Pengolahan air limbah dapat dibagi menjadi 5 tahapan pengolahan:

  1. Pengolahan awal (pretreatment): screen and grit removal, ekualisasi, pemisahan minyak
  2. Pengolahan tahap pertaman (Primary treatment): netralisasi, koagulasi, sedimentasi, filtrasi
  3. Pengolahan tahap kedua (Secondary treatment): activates sludge, aerasi, anaerobik lagoon, RBC, anaerobic contactor, Anaerobic filter
  4. Pengolahan tahap ketiga (Tertiary treatment): koagulasi & sedimentasi, ion exchange, membtane, carbon adsorption
  5. Pengolahan lumpur (Sludge treatment): landfill, incinerator, ocean disposal

Materi lanjutan hingga perhitungan persiapan pembuatan instalasi pengolahan air limbah disampaikan oleh Dr. Nao Tanaka dan bapak Herman Sudjarwo.

Para peserta sangat bersemangat saat mengikuti pelatihan kali ini apalagi sesi perhitungan pembuatan IPAL dan juga pada saat ada kunjungan lapangan. Para peserta dapat melihat sendiri IPAL yang sudah PUSTEKLIM buat dan sudah berjalan dengan baik.

WORKSHOP

Sebagai salah satu rangkaian project PUSTEKLIM dengan lembaga donor dari JICA, PUSTEKLIM mengadakan workshop secara gratis yang ditujukan untuk mengundang pihak swasta, kontraktor, konsultan dan semua yang tertarik dan terkait dengan kegiatan pengolahan air limbah. Workshop ini dihadiri oleh sekitar 34 peserta dari berbagai macam perusahaan. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin kerjasama antar  instansi dan juga menjadi ajang bertukar pikiran dan informasi dalam bidang teknologi pengolahan air limbah. Workshop tersebut diselenggarakan pada tanggal 10-11 Juni 2015.

SEMINAR

Tahun lalu, PUSTEKLIM juga menyelenggarakan seminar internasional Indonesia – Jepang pada tanggal 27-28 Agustus 2015. Kegiatan ini menjadi penutup project kerjasama PUSTEKLIM dengan lembaga donor asal Jepang yaitu JICA. Narasumber dalam seminar ini antara lain: Prof. Hideki Harada dari Tohoku University, Prof. Dr-ing Prayatni Soewondo, MS dari Institut Teknologi Bandung, ibu Elis Hastuti, ST., M.Sc dari Puslitbang Permukiman Bandung, Dr. Ir. Rudi Nugroho, M.Eng dari BPPT, perwakilan dari Kementerian PUPERA adalah Ir. Suharsono Adi Broto, ST., MM., kemudian dari Bappenas diwakili oleh Ir. Laisa Wahanudin, M.MEDSC(PH), ibu Ika Tri Wulandari dari BORDA dan dai PUSTEKLIM diwakili oleh Dr. Nao Tanaka. Seminar Internasional Indonesia-Jepang ini dibuka oleh bapak M. Mansur dari Dinas Cipta Karya Provinsi DIY.

Peserta seminar internasional ini cukup banyak tersiri dari berbagai kalangan seperti pemerintah daerah/Kabupaten/Kota, kalangan akademisi dari dalam dan luar pulau jawa, perusahaan swasta, konsultan, kontraktor dan juga Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Peserta seminar ini mencapai 105 orang.

Seminar ini disambut dengan baik oleh pemerintah provinsi DIY dan pembukaan seminar diwakili oleh bapak M. Mansur dari Dinas Cipta Karya Provisi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dari pihak JICA diwakili oleh Bapak Takayuki Tomihara selaku Project Formulation Adviser JICA Indonesia. Sebagai penyeleggara seminar, PUSTEKLIM diwakili oleh bapak Nao Tanaka.

Pemateri pertama adalah Ir. R. Laisa Wahanudin, M.MEDSc(PH) dari Direktorat Permukiman dan Perumahan BAPPENAS. Beliau menjelaskan tentang Arah dan Kebijakan: Pembangunan Sanitasi 2015-2019. Arah kebijakan pemerintah untuk menuju universal access 2019 antara lain:

  • Menjamin ketahanan sumber daya air domestik dengan peningkatan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku dalam pemanfaatan air minum dan sanitasi.
  • Penyediaan infrastruktur produktif melalui penerapan manajemen aset baik di perencanaan, penganggaran dan investasi
  • Penyelenggaraan sinergi air minum dan sanitasi yang dilakukan ditingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan masyarakat,
  • Peningkatan efektifitas dan efisiensi pendanaan melalui sinergi dan koordinasi antar pelaku program dan kegiatan

Materi selanjutnya disampaikan oleh bapak Ir. Suharsono Adi Broto, ST., MM., sebagai Kasubdit Air Limbah PLP, Ditjen Cipta Karya PUPERA. Materi yang disampaikan adalah Program & Kebijakan: Pengelolaan Air Limbah Domestik di Indonesia. Berdasarkan data lapangan yang diterima oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 55 juta orang di Indonesia masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan, 75% sungai tercemar berat, kerugian akibat kondisi sanitasi yang buruk sebesar 56 Trilyun rupiah dan 50 dari 1000 bayi di Indonesia meninggal akibat diare.

 

Oleh karena itu pemerintah sedang berusaha untuk menuju akses universal pada tahun 2019 untuk mewujudkan sanitasi yangbersih dan sehat agar kehidupan masyarakat Indonesia kedepannya makin berkualitas. Salah satunya dengan pengelolaan air limbah secara komunal, untuk memfasilitasi warga masyarakat yang jauh dari jaringan perpipaan ke saluran IPAL sentral.

Panelis selanjutnya Dr. Nao Tanaka, Direktur Eksekutif APEX yang juga co-Direktur PUSTEKLIM. Materi yang beliau sampaikan berjudul Proses IPAL Komunal yang ditingkatkan dengan kombinasi Anaerobik dan Aerobik (RBC). PUSTEKLIM merekomendasikan suatu sistem pengolahan limbah yang efektif dan tepat guna serta mencapai kondisi efluen yang diinginkan, yaitu kombinasi proses anaerobik dengan aerobik yang dapat menghemat penggunaan lahan, kualitas efluen bagus dan penggunaan listrik yang sedikit dengan menggunakan Rotating Biological Contactor (RBC). Sistem ini sudah diterapkan di beberapa daerah di Yogyakarta, Tegal, Pekalongan, dan Tabanan. Melalui kombinasi proses anaerobik dan aerobik ini hasil efluen memiliki nilai BOD dibawah 50 ppm.

(Oleh: Ajeng Thanti Pratiwi.,S.T)