How to

How to

BAGAIMANA MEMBANGUN IPAL KOMUNAL PUSTEKLIM

 

Langkah.1 Proses Administrasi dan sosial

 

1. Sosialisasi

     Proses sosialisasi adalah proses paling awal dan paling penting untuk mendirikan sebuah IPAL di suatu komunitas masyarakat. Pentingnya sosialisasi adalah untuk membuka wawasan dan pengetauan masyarakat tentang IPAL, fungsinya, manfaatnya, kewajiban dan hak masyarakat berkaitan dengan kesehatan masayarakat secara bersama - sama. Tujuannya adalah untuk menyiapkan masyarakat sebagai pihak yang akan menerima, mengelola dan menjaga kelangsungan IPAL tersebut.

     Proses sosialisasi dapat dilakukan oleh berbagai pihak, misalnya dari Pusteklim, pemerintah, atau dari kelompok swadaya masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan berbagai gambaran dan informasi tentang IPAL komunal dan akan dibangunnya IPAL komunal tersebut di daerah mereka.

 

2. Sumber Dana

     Pendanaan untuk proyek pembangunan suatu IPAL di suatu wilayah, dapat berasal dari berbagai sumber. Masyarakat melalui KSM, dapat mengajukan proposal kepada pemerintah daerah (instansi terkait, seperti BLH, KLH) untuk membangun IPAL komunal, pendanaan dapat berasal dari dana APBD daerah tersebut.

     Selain itu, pendanaan dapat juga berasal dari bantuan dana dari lembaga donor misalnya JICA dsb. Masyarakat juga dapat mengajukan proposal kepada suatu perusaan untuk meminta bantuan dana pembangunan IPAL dari program CSR perusahaan tersebut, atau bahkan masyarakat dapat secara swadaya mengumpulkan uang untuk membangun IPAL komunal untuk satu RT atau RW (misalnya).

 

3. Legalisasi

     Proses legalisasi bukan suatu hal yang rumit untuk saat ini, semua proses perizinan dapat diurus dengan mudah apalagi jika melibatkan kepentingan masyarakat banyak, sehingga warga masyarakat yang ingin membangun IPAL di daerah mereka jarang mendapat masalah mengenai urusan legalisasi dan administrasi, bahkan pemerintah sangat mendorong keinginan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan kebersihan lingkungan, mengacu pada program Millenium Development Goals yang dicanangkan lembaga PBB.

  

Langkah.2 Proses teknis

 

1. Mapping 

     Proses Mapping biasanya dilakukan oleh tim teknis dari Pusteklim (yang berpengalaman melakukan mapping topografi daerah sempit), dapat juga dengan dilakukan secara swadaya dari masyarakat dengan menyewa tenaga profesional untuk urusan ini.

 

2. Desain kalkulasi

     Pusteklim telah melakukan pelatihan kalkulasi dan perancangan IPAL kepada masyarakat luas melalui programnya yang dilakukan 2 kali setahun, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengkalkulasi sendiri rancangan IPAL komunalnya, sehingga dapat menghitung sendiri kebutuhan biaya yang diperlukan. Akan tetapi jika ditemukan kendala atau kesulitan dalam perhitungan tersebut, Pusteklim bersedia membantu. Buku manual perhitungan IPAL Pusteklim dapat di-download pada link di Website ini.

 

3. Drawing

     Seperti halnya proses kalkulasi, proses menggambar atau drawing dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat atau meminta bantuan dari pusteklim, berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan di atas

 

4. Penyusunan RAB & DED

     Setelah perhitungan desain dan gambar kerja dibuat, maka dilakukan perhitungan dan penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya), kemudian semuanya dirangkum dalam bentuk dokumen Detailed Engineering Design (DED) sebagai pedoman pelaksaan pembangunan proyek IPAL Komunal

 

5. Pelaksanaan Konstruksi

     Pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan berdasarkan DED yang telah disusun di atas. Secara teknis, pembangunan dapat dilakukan oleh KSM dengan menunjuk kontraktor atau melalui proses pengadaan sesuai prosedur tertentu yang ditetapkan pemerintah (jika dari pemerintah).