IPAL

IPAL

IPAL KOMUNAL  PUSTEKLIM DI INDONESIA (LIMBAH DOMESTIK MASYARAKAT)

Pusteklim, telah membangun IPAL Komunal yang telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia, dengan kualitas yang terbaik, berdasarkan data analisa yang telah dilakukan. 

 

IPAL KOMUNAL YANG DIBANGUN DENGAN TEKNOLOGI PUSTEKLIM

 

IPAL Komunal Pusteklim, diperuntukkan bagi masyarakat untuk mengolah limbah domestik yang mereka hasilkan. IPAL yang dibangun dengan teknologi tepat guna yang dikembangkan Pusteklim ini mengolah air limbah dari toilet, kamar mandi, tempat cuci pakaian, serta tempat cuci bahan makanan di dapur (black water dan grey water). Berikut ini IPAL Komunal Pusteklim yang telah dibangun dan operasional di berbagai daerah,

 

1. IPAL Komunal Kricak, Kota Yogyakarta 

a. Kricak Kidul 

  • Alamat : RW 8 RT34, Kricak Kidul, Kel.Kricak, Kec.Tegal Rejo,Yogyakarta
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL) : 80 KK (40 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek)
    • Daerah pemukiman padat di bantaran sungai Winongo terletak pada Barat Laut kota Yogyakarta.
    • Tanah miring ke arah sungai
    • Pendapatan masyarakat relatif rendah
    • Hampir 50% KK belum punya WC, sehingga memanfaatkan sungai sebagai WC
  • Luas Lahan IPAL : 3,5m x 3,5m  
  • Proses pengolahan:  Grit chamber/Screen → Bak Sedimentasi Awal → Anaerobic Filter → RBC → Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian: Mei 2008

b. Kricak Lor

  • Alamat Lokasi : Kricak, RT.2&3/RW.01 ;  Kec. Tegalrejo,  Jogjakarta
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL):120 KK (60 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek)
    • Permukiman padat di tepi Kali Winongo, Barat Laut kota Yogyakarta
    • Lahan cukup datar, dengan posisi lahan untuk IPAL cukup rendah,sehingga aliran bisa secara gravitasi
    • Pendapatan masyarakat relatif rendah
    • Sebagian masyarakat belum memiliki septic tank yang memenuhi syarat, dan sebagian lainnya (di tepi sungai) langsung membuang limbah ke sungaiLuas
  • Lahan IPAL : 4m  x 12m
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen →   Bak Sedimentasi awal →  Anaerobic Baffled Reactor (ABR)→  Anaerobic Filter (AF) →   Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian: Desember 2012

2. IPAL Komunal Karangwaru 

  • Alamat Lokasi: Kelurahan Karangwaru, RT.17&19/RW.05 ;  Kec. Tegalrejo,  Jogjakarta
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL) : 120 KK (60 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek)
    • Permukiman padat di tepi Kali Buntung, Barat Laut kota Yogyakarta
    • Lahan cukup datar, dengan posisi lahan untuk IPAL cukup rendah,sehingga aliran bisa secara gravitasi
    • Pendapatan masyarakat relatif rendah
    • Sebagian masyarakat belum memiliki septic tank, sehingga limbah langsung dibuang ke sungaiLuas
  • Lahan IPAL: 4m  x 12m
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen →   Bak Sedimentasi awal →  Anaerobic Baffled Reactor (ABR)→  Anaerobic Filter (AF) →   Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian: Desember 2012

3. IPAL Komunal Sukunan 

  • Alamat Lokasi : Sukunan, Kelurahan Kricak Banyuraden Kec. Gamping, kab. Sleman,  Jogjakarta
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL) 30 KK (15m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek):
    • Terletak di bagian Barat kota Yogyakarta
    • Kepadatan penduduk relatif rendah dengan sawah dan daerah pertanian di sekitarnya
    • Lahan relatif datar
    • Sekitar 15% masyarakat belum memiliki WC, dari hasil analisa, semua air sumur tercemar limbah
    • Sekitar 85% masyarakat berpartisipasi dalam pengolahan daur ulang sampahLuas
  • Lahan IPAL : 6,5m x 2,5m
  • Proses pengolahan : Grit chamber + Screen → Bak Sedimentasi Awal → Anaerobic Filter → RBC → Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian : November 2007

4. IPAL Komunal Pasekan Belodan, Tabanan Bali

  • Alamat Lokasi : Desa Dajan Peken, Banjar Pasekan Belodan, Kec. Tabanan Bali
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL): 50 KK (30 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek):
    • Terletak di Barat Daya Pulau Bali
    • Kepadatan penduduk cukup rendah
    • Lahan relatif memiliki kemiringan yang cukup, sehingga dapat membuang air olahan IPAL secara grafitasi
    • Sebagian masyarakat belum memiliki WC yang memadai
    • Terdapat Industri Rumah Tangga yang belum memiliki IPAL yang memadaiLuas
  • Lahan IPAL : 10m x 2,5m
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen → Bak Sedimentasi Awal  →ABR →Anaerobic Filter → RBC→  Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian : September 2012

 

5. IPAL Komunal Landung Sari, Pekalongan, Jateng

  • Alamat Lokasi : Kel.Landungsari,RT.03/RW.06 Kec. Pekalongan Timur, Pekalongan –Jawa Tengah
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL): 80 KK (40 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek):
    • Terletak di bagian Timur Kota Pekalongan
    • Kepadatan penduduk cukup tinggi
    • Lahan relatif datar, sehingga tidak dapat membuang air olahan IPAL secara grafitasi (harus menggunakan pompa)
    • Sebagian masyarakat belum memiliki WC yang memadai
    • Penghasilan masyarakat cukup rendah
    • Luas Lahan IPAL: 13m x 5m
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen →  Bak Sedimentasi  →Bak Pompa  →Anaerobic Filter → RBC → Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian : September 2012

 6. IPAL Komunal Sapuro, Pekalongan, Jateng

  • Alamat Lokasi :Kel. Sapuro ,RT.03/RW.08, Pekalongan –Jawa Tengah
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL): 90 KK (45 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek):
    • Terletak di bagian Barat Kota Pekalongan
    • Kepadatan penduduk cukup tinggi
    • Lahan relatif datar, sehingga tidak dapat membuang air olahan IPAL secara grafitasi (harus menggunakan pompa)
    • Sebagian masyarakat belum memiliki WC yang memadai
    • Penghasilan masyarakat cukup rendahLuas
  • Lahan IPAL: 16 x 5
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen →  Bak Sedimentasi  → Bak Pompa  → Shock Absorber  → Anaerobic Filter → RBC → Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian: September 2012

 

7. IPAL Komunal Slerok I; Tegal, Jateng

  • Alamat Lokasi :Kel.Slerok,RT.12/RW.02 Kec. Tegal Timur –Jawa Tengah
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL): 80 KK (40 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek):
    • Terletak di bagian Timur Kota Tegal
    • Kepadatan penduduk cukup tinggi
    • Lahan relatif datar, sehingga tidak dapat membuang air olahan IPAL secara grafitasi (harus menggunakan pompa)
    • Sebagian masyarakat belum memiliki WC yang memadai
    • Penghasilan masyarakat cukup rendahLuas
    • Lahan IPAL : 8m x 5m
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen →  Bak Sedimentasi  → Anaerobic Filter → RBC
  • Waktu Mulai Pengoperasian : September 2012

 8. IPAL Komunal Slerok II; Tegal, Jateng

  • Alamat Lokasi : Kelurahan Slerok, RT.02&03 / RW.04 : Kec. Tegal Timur,  Tegal – Jawa Tengah
  • Jumlah KK yang Dilayani (Kapasitas IPAL): 90 KK (45 m3/hari)
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek):
    • Terletak di bagian Timur Kota Tegal
    • Kepadatan penduduk cukup tinggi
    • Lahan relatif datar, sehingga tidak dapat membuang air olahan IPAL secara grafitasi (harus menggunakan pompa)
    • Sebagian masyarakat belum memiliki WC yang memadai
    • Penghasilan masyarakat cukup rendah
  • Luas lahan IPAL: 16 x 5
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen →  Bak Sedimentasi  → Bak Pompa  → Shock Absorber  → Anaerobic Filter → RBC → Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian: Nopember 2014

 

9. IPAL Komunal Tulung, D.I. Yogyakarta

  • Alamat Lokasi :  Padukuhan Tulung, RT. 1,2,3,4 / RW.1,2; Desa Taman Martani Kec. Kalasan,   Kab. Sleman,  Jogjakarta
  • Jumlah KK yang dilayani (Kapasitas IPAL):  100 KK (500 Jiwa) 
  • Kondisi lokasi/masyarakat (sebelum proyek):
    • Terletak di Timur Laut Kota Yogyakarta (Kab. Sleman)
    • Kepadatan penduduk sedang
    • Lahan memiliki kemiringan ideal (sekitar 1%)
    • Sebagian masyarakat belum memiliki WC yang memadai
  • Luas lahan IPAL: 12 x 5
  • Proses pengolahan: Grit chamber + Screen →  Bak Sedimentasi   → Anaerobic Filter → RBC → Bak Sedimentasi Akhir
  • Waktu Mulai Pengoperasian: Januari 2016

 

IPAL Komunal tersebut di atas, sampai saat ini masih terus beroperasi dengan baik karena masyarakat yang mengelola merasa senang dengan adanya IPAL komunal yang mengolah limbah domestik mereka, karena pada dasarnya mereka memiliki keinginan yang besar untuk dapat hidup bersih dan sehat. Oleh sebab itu, masyarakat merasa berkepentingan untuk terus menjaga kelangsungan dan terpeliharanya IPAL Mereka. Hal ini tidak terlepas juga dari keunggulan yang dimiliki sistem IPAL Pusteklim, yaitu tidak menimbulkan bau, dan mudah perawatan dan pengoperasiannya sehingga tidak menyulitkan masyarakat dalam hal pemeliharaan dan juga tidak menimbulkan ketidaksukaan masyarakat akibat adanya bau, selain itu, air olahan yang dikeluarkan IPAL dapat dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan pertanian atau peternakan.