Media Biofilter YDD01/02

Media Biofilter YDD01/02

Media biofilter merupakan komponen penting yang biasanya di-install di dalam IPAL yang menggunakan teknologi pengolahan secara biologi. Media ini sebenarnya merupakan material yang memiliki karakter – karakter khusus yang cocok sebagai tempat melekat dan hidupnya mikrob-organisme pengurai zat pencemar yang ada di dalam air limbah. Adapun mikro-organisme yang hidup dan melekat pada media ini tentu saja dari jenis mikro – organisme yang attached sehingga koloni mereka akan tumbuh dan berkembang menempel pada permukaan media biofilter tersebut.

Dengan demikian, semakin luas permukaan media biofilter yang ada, maka semakin banyaklah koloni mikro – organisme pengurai yang dapat hidup dan berkembang di sana. Oleh sebab itu, suatu media biofilter yang baik adalah media biofilter yang memiliki luas permukaan yang besar. Luas permukaan media ini sering disebut SSA (Specific Surface Area) dinyatakan dalam m2/m3. Artinya dalam setiap m3 media biofilter, maka luas permukaannya sejumlah sekian m2.

Semakin besar nilai SSA, akan semakin banyak mikro-organisme pengurai limbah yang dapat hidup, sehingga proses pengolahan air limbah di dalam IPAL akan semakin efisien; maka dari itu, produsen media biofilter berlomba – lomba menciptakan media biofilter dengan SSA sebesar – besarnya, dengan harapan dapat mencapai efektifitas dan efisiensi maksimum. Hal ini ternyata tidak sepenuhnya benar, karena luas permukaan media biofilter boleh dibuat seluas – luasnya, namun dibatasi jangan sampai dengan permukaan yang terlalu luas itu akan tumbuh mikro – organisme yang terlalu banyak dan menimbulkan penyumbatan aliran air yang melaluinya (mengurangi mass transfer rate).

Hal lain yang harus diperhatikan dari media biofilter adalah Void Ratio. Yaitu perbandingan antara volume air limbah yang berada atau mengisi celah – celah media yang dimasukkan ke dalam bak IPAL terhadap volume total bak tersebut. Semakin besar void ratio, berarti media biofilter yang digunakan semakin baik karena semakin sedikit ‘makan tempat’di dalam IPAL. Perlu dicatat, bahwa dengan mengetahui void ratio ini, maka volume bak IPAL yang sudah dirancang melalui perhitungan, harus dikoreksi dengan memasukkan void ratio ini dalam perhitungan dengan tujuan, volume IPAL tidak berkurang karena adanya media yang dimasukkan.